Pengertian Makan Berawang - Halley Kawistoro

Latest

Blog Pribadi Sebagai Sarana Informasi mengenai Bahasa Indonesia Berupa Karya sastra Puisi Dan Cerita Pendek. Serta Berbagi Informasi dunia Pendidikan, Umum, kesehatan dan Berita.

INFO

02 September 2017

Pengertian Makan Berawang


Salam Hangat dan Hormat untuk pembaca sekalian...

Sebagai orang yang tinggal di perkotaan tentu belum terbiasa mendengar kata ‘Berawang’. Kali ini sediki penulis akan mencoba mengulas dan membahas kata Tersebut.

Kata berawang berasal dari kata dasar Awang lalu mendapat imbuhan ber-awang yang memiliki makna 1) Bersahabat, 2) Berjinak-jinakan : Kedua orang itu tampaknya sudah mulai. Pengertian tersebut merupakan kutipan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia versi daring/online yang dapat anda lihat di Kamus Bahasa Indonesia.

Makan berawang disajikan di atas daun Pisang
Berdasarkan pengertian tersebut berawang kita maknai pada pemahaman pertama yaitu bersahabat. Kata berawang di kabupaten Tebo Provinsi jambi selalu diidentikan dan bersanding dengan kata 'Makan'. Sebenarnya bisa juga disandingkan dengan kata ‘kerja’.

Contoh :  Kami bersama ketua pemuda makan berawang.
                Pak Kepala desa mengajak Kerja berawang.

Berdasarkan dua contoh kalimat diatas. Penulis hanya membahas kata ‘Makan Berawang’ yang bisa di analogikan dan dipahami Makan bersahabat. Tentu tidak pas, pengertian yang muncul. Sebenarnya makna kata berawang berdasarkan bahasa ibu di Kabupaten Tebo dan  di beberapa desa bisa diartikan sebagai Bersama = Berawang. Berawang yaitu bersama teman, bersama-sama, dan diajak teman.

Setelah anda baca ulasan sederhana tersebut tentu anda bisa menyimpulkan nya secara mudah. Makan berawang memilki definisi kegiatan mengkonsumsi makanan secara bersama sama. Tentunya kegiatan makan berawang menjadi kebiasaan yang luhur di Kabupaten Tebo. Dengan kegiatan tersebut kita menjadi pribadi yang suka berbagi, menjalin keakraban satu sama lain. Makan nya pun biasa nya diletakkan di atas daun pisang sebagai alas. Lalu, nasi beserta lauk pauk dihidangkan diatas daun pisang tersebut.

Sungguh luhur kegiatan makan berawang karena menjadi ajang silahturahmi melepaskan status sosial. Apalagi makan nya dengan menggunakan tangan secara melingkar atau berhadap-hadapan.

Kebiasaan Makan berawang atau makan bersama harus dipertahankan dan merupakan identitas kebudayaan tradisional daerah. Tata cara makan tersebut juga terkadang bisa ditemui di kegiatan sosial, lingkungan bahkan kegiatan perkemahan pramuka. Dengan kata lain makan berawang juga ditemukan di daerah lain hanya penggunaan bahasa dan tata cara pelaksanaan nya yang berbeda.

Semoga Ulasan sederhana ini bisa menambah wawasan kita bersama. Lebih dan kurang mohon dapat diterima.

Salam Hormat,


Penulis

No comments:

Post a Comment

INFO LAINNYA

loading...
//