Cara Melatih Siswa Menulis Puisi Untuk Tingkat SMP Sekolah Menengah Pertama - Halley Kawistoro

Latest

Blog Pribadi Sebagai Sarana Informasi mengenai Bahasa Indonesia Berupa Karya sastra Puisi Dan Cerita Pendek. Serta Berbagi Informasi dunia Pendidikan, Umum, kesehatan dan Berita.

INFO

08 October 2017

Cara Melatih Siswa Menulis Puisi Untuk Tingkat SMP Sekolah Menengah Pertama

Cara Melatih Siswa Menulis Puisi Untuk Tingkat SMP Sekolah Menengah Pertama
Oleh : Halley Kawistoro
Hakikat puisi merupakan cara seseorang untuk menyampaikan atau mengungkapkan perasaan melalui tulisan. Puisi juga termasuk dan dikategorikan sebagai salah satu jenis Karya Sastra. Puisi merupakan simbol atau lambang perasaan yang terjadi pada diri manusia dan dituangkan menjadi kata-kata yang tertulis. Sebelumnya di Indonesia sudah mengenal Puisi lama (Pantun) yang di wariskan secara turun-temurun untuk dinikmati oleh generasi selanjutnya. Ketika masa manusia mengenal tulisan ada pergeseran bagi penikmat pantun dan puisi. Pantun lebih cenderung berkembang pada siapa penuturnya sedangkan puisi berkembang karena keadaan dan peristiwa. Pantun lebih jujur dalam pemyampaian ide atau pesan karena sudah baku dalam pengelompokannya. Sedangkan, puisi bisa bebas dalam ide atau pesan berdasarkan keinginan penulisnya.
Dibawah ini Penulis akan memberikan cara melatih siswa menulis puisi. Tentunya tidak hanya bagi guru atau pendidik saja. Jika anda adalah orang tua yang menyukai puisi. Selayaknya anda bisa membuat anak anda tertarik terhadap salah satu keterampilan menulis khususnya karya sastra.
Memahami Puisi
Setiap insan atau manusia memiliki pengalaman peristiwa yang bisa dikenang. Peristiwa tersebut merupakan sebuah momen yang susah untuk dilupakan. Contohnya ; seorang anak kecil yang pertama kali mendapatkan hadiah sepeda. Seorang istri yang dibelikan hadiah kesukaan. Seorang remaja pertama kali mengenal cinta dan lain sebagainya. Tidak hanya, perasaan senang. Peristiwa buruk pun mampu menjadi memori yang tersimpan rapi dalam ingatan seseorang. Contohnya ; Seorang yang merasa dikhianati, wanita yang ditinggal kekasih, anak yang mendapat ungkapan amarah dari orang tuanya, dan lain sebagainya.
Uraian di atas bisa menjadi cara pertama anda bila ingin memberi luncuran awalan kepada siswa atau peserta didik dalam menulis Puisi. Pemberian pemahaman sangat penting untuk mengetahui kemampuan dasar seorang anak atau siswa.
Bisa juga anda mengajukan pertanyaan langsung yang ditujukan secara acak kepada siswa atau peserta didik. “Adakah diantara kalian yang menulis catatan harian”? “Menurut kalian apakah yang dimaksud dengan puisi”?. Melalui skema pertanyaanpun akan terdapat gambaran dari pengetahuan dasar siswa atau peserta didik.
Setelah anda lakukan itu. Ambillah satu buah puisi penyair yang mudah untuk dipahami siswa. Jadikan contoh untuk mengenalkan apa itu puisi.
Menentukan Tema Puisi
Peserta didik dan siswa telah dikenalkan untuk memahami sebuah puisi. Langkah selanjutnya, dengan mencari tema yang sesuai untuk materi atau disesuaikan dengan keadaan siswa. Contoh nya ; Peserta didik yang berasal dari keluarga petani atau pekebun akan lebih mudah menulis puisi tentang kebun. Seorang peserta didik yang berasal atau tinggal di tepian sungai akan lebih mudah menulis puisi tentang sungai. Tema yang ditentukan tentu berdasarkan hal yang paling sering dialami oleh seseorang atau keadaan dimana peristiwa yang terjadi berulang. Momen itulah yang paling gampang dituangkan menjadi sebuah puisi.
Tema yang paling mudah ditulis oleh siswa. Contonhya ; upacara senin pagi, keadaan kelasku, Senam bersama, Membaca bersama, Perpustakaan ku dan sekolahku. Sederhana dan bisa langsung diberikan kepada peserta didik untuk dijadikan sebuah puisi.
Tema juga merupakan sebuah garis lurus dan pembatas siswa atau peserta didil dalam menulis sebuah puisi.
Menulis Kalimat berupa paragraf dan merevisinya                                                                
Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan adalah dengan menulis sebuah paragraf yang terdidri dari beberapa kalimat.
Contoh tema : Kelasku
Kalimat            : kelasku yang berwarna biru kuning. Bangku-bangkunya sudah tidak bagus lagi. Kami takut terjatuh saat belajar nanti. Lantainya keramik putih bersih. Karena setiap pagi disapu dan dicuci. Harum dan wangi keringat kami saat sampai di kelasku jam tujuh pagi.
Misalkan contoh diatas adalah paragraf atau kalimat yang dibuat oleh siswa anda atau anak anda. Maka, saat itulah kita terangkan tentang aturan baku agar puisi bisa dinikmati orang lain atau pemadatan kata. Sehingga akan muncul Diksi yang baik.
Contoh paragraf yang diubah menjadi puisi
KelasKu
Kelas ku Biru kuning warnamu (1)
Bangkumu tidak bagus,(2) kami takut.
Saat belajar terjatuh.
KelasKu (3)
Lantainya keramik putih cemerlang (4)
Setiap pagi disapu, dicuci, harum dan wangi.
Untuk belajar jam tujuh pagi (5)
-------------------------
Berdasarkan contoh diatas penulis akan terangkan makna dari angka yang saya labelkan pada puisi kelasku.

Angka 1 menjelaskan penghilangan kata penghubung (yang) agar kalimat menjadi efektif.

Angka 2 pemadatan kata ulang (bangku-bangkunya menjadi bangkumu) dan penggabungan kalimat agar menjadi Padu/terkait.

Angka 3 Penambahan kata “kelasku” bisa dijadikan kata awal untuk memulai ide baru tentang kelas.

Angka 4 kata “cemerlang” adalah perubahan dari kata “bersih” sehingga menjadi padan terhadap kata “Putih” = Putih bersih diubah jadi putih cemerlang

Angka 5 jika sebuah ide puisi sudah habis siswa diajarkan bagaiman cara menutup puisi dengan diksi yang lebih tepat dan terkait berdasarkan pemahamn siswa itu sendiri.

Banyak cara lain nya yang bisa anda lakukan untuk melatih siswa/ peserta didik dalam menulis puisi. Dari kelima angka tersebut hanya contoh saja dan tidak baku disesuaikan kemampuan pengajar, pendidik, atau anda selaku orang tua.

Poin penting dari Cara Melatih Siswa Menulis Puisi adalah saat revisi. Puisi yang baik atau bagus karya penyair merupakan hasil dari pengalaman dan keilmuan yang dimiliki untuk menuangkannya dalam puisi. Saat Revisi juga ada pengajaran tentang aspek kebahasaan ; Tata bahasa, Majas, Padanan kata, dan Pemilihan kata yang tepat.
Dari penjelasan penulis, semoga ada cara untuk mengenalkan dan melatih siswa dalam menulis puisi agar tidak menjadi hanya sebagai peniru dan plagiat dari puisi penyair. Sebenarnya puisi bisa dinikmati sendiri untuk mengenang perasaan yang dialami penulisnya dan bisa dituangkan langsung lewat apa yang dilihat, didengar dan dirasakan oleh Indra manusia.
Selayaknya puisi menjadi pembentuk karakter untuk melembutkan hati seseorang. Meluapkan rasa yang positif atau negatif sekalipun ke dalam sebuah tulisan.
Demikian pembahasan saya selaku penulis. Semoga bermanfaat (8-10-2017- HK)
----------

Jika anda berkenan silahkan menikmati karya puisi atau cerpen Saya Pada Link dibawah. Semoga bisa menghibur anda. 




Atas waktunya saya ucapkan terima kasih.


Hormat saya,


Penulis

No comments:

Post a Comment

INFO LAINNYA

loading...
//